Sekdaprov Bengkulu: Vaksin Instrumen Terakhir Putus Penyebaran Covid-19


Pemerintah terus berupaya memutus penyebaran Covid-19, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, mulai dari awal tahun lalu yaitu tahap pertama yang dikhususkan untuk para tenaga kesehatan. Dan sekarang tahapan kedua dimulai, yang dikhususkan untuk lansia dan petugas publik.

“Tahapan pertama kemarin vaksinasi diberikan khusus untuk para tenaga kesehatan, dan tahap kedua ini dilakukan untuk instansi vertikal atau petugas publik,” ujar Sekda usai membuka mobile vaccine di kantor BPKP Provinsi Bengkulu, Jumat (5/3).

Lanjut kata Hamka, vaksinasi diharapkan efektif dalam menghilangkan virus Covid-19. Oleh sebab itu, masyarakat wajib mendukung upaya pemerintah dalam memberikan vaksinasi.

“Kita berharap vaksinasi ini instrumen terakhir, dari imbauan yang diberikan selama ini mulai dari 3M hingga 5M. Semoga vaksinasi ini dapat menghapus penyebaran Covid-19, dan seluruh dunia kembali sehat seperti sedia kala,” ucap Hamka

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu Iskandar Novianto mengatakan mobile vaccine ini merupakan usulan BPKP kepada gubernur, agar mendapatkan kesempatan vaksin pertama pada tahapan kedua ini.

“Ini atas dasar tugas BPKP yang turun hingga ke desa-desa, oleh sebab itu kami (BPKP) mengajukan secara langsung kepada Pemprov dan alhamdulillah mendapatkan perhatian serta didukung penuh, dengan Model mobile vaccine berjalan sangat efektif. Karena karyawan tetap di kantor, dan petugas vaksinasi hadir langsung ke kantor kami,” terang Iskandar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan vaksin merupakan imun tambahan yang berguna memberikan perlindungan bagi penerima terhadap virus-virus.

“Jika kita memiliki antibody, tentu pertahanan tubuh semakin kuat. Oleh karena itu, vaksinasi dilakukan agar mampu menahan apapun bentuk virusnya dari varian Covid-19,” jelas Herwan.